Jakarta, 25 Mei 2026 – Aksi demonstrasi di sekitar Lembaga Pemasyarakatan Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berujung ricuh setelah terjadi aksi perusakan fasilitas yang diduga dipicu oleh sejumlah provokator di tengah massa. Aparat keamanan yang berjaga di lokasi langsung bergerak mengendalikan situasi untuk mencegah kerusuhan meluas dan mengganggu keamanan area lapas. Dalam penanganan tersebut, polisi mengamankan delapan orang yang diduga berperan sebagai provokator dan memicu tindakan anarkis selama aksi berlangsung. Kericuhan sempat menyebabkan kepanikan di sekitar lokasi karena massa melempar benda dan merusak sejumlah fasilitas umum. Meski situasi sempat memanas, aparat memastikan kondisi kini telah kembali terkendali setelah dilakukan pengamanan intensif.
Menurut keterangan pihak kepolisian, aksi demonstrasi awalnya berlangsung dalam kondisi tertib sebelum situasi berubah setelah muncul kelompok yang diduga mulai memprovokasi massa untuk melakukan tindakan destruktif. Aparat menyebut sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat lemparan benda keras dan aksi perusakan yang terjadi di sekitar area lapas. Petugas keamanan kemudian mengambil langkah cepat dengan membubarkan massa secara terukur dan mengamankan orang-orang yang dianggap memicu kericuhan. Polisi juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada lagi kelompok yang mencoba memperkeruh keadaan. Hingga kini, aparat masih mendalami motif dan peran masing-masing orang yang diamankan dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di muka umum merupakan hak masyarakat yang dilindungi undang-undang, namun tindakan anarkis dan perusakan fasilitas tidak dapat dibenarkan. Karena itu, aparat akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan provokasi maupun tindakan melanggar hukum selama aksi berlangsung. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan. Selain melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang yang diamankan, penyidik tengah mengumpulkan rekaman video dan keterangan saksi untuk memperjelas kronologi kerusuhan. Aparat memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pengamat keamanan menilai potensi kericuhan dalam aksi massa sering muncul ketika terdapat kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi untuk memancing emosi peserta demonstrasi. Oleh karena itu, koordinasi antara penyelenggara aksi dan aparat keamanan dinilai sangat penting untuk menjaga demonstrasi tetap berlangsung damai. Mereka juga menekankan perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa merusak fasilitas publik maupun mengganggu ketertiban umum. Di sisi lain, pendekatan persuasif dari aparat keamanan juga dianggap berperan penting dalam mencegah eskalasi konflik di lapangan. Dengan komunikasi yang baik, potensi bentrokan saat aksi demonstrasi dinilai dapat diminimalkan.
Hingga kini, situasi di sekitar Lapas Bollangi disebut sudah kembali normal meski pengamanan masih diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan. Polisi terus melakukan patroli dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan keamanan tetap terjaga. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menyerahkan penanganan persoalan kepada jalur hukum yang berlaku. Sementara itu, delapan orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatan mereka dalam aksi perusakan. Aparat menegaskan komitmennya menjaga keamanan sekaligus memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap dihormati sesuai aturan yang berlaku.







