Jakarta, 16 Mei 2026 – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM untuk lebih agresif meningkatkan ekspor di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah menilai pelemahan rupiah dapat menjadi peluang bagi produk Indonesia untuk lebih kompetitif di pasar internasional karena harga produk ekspor menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian publik terhadap kondisi kurs rupiah yang belakangan terus bergerak fluktuatif akibat dinamika ekonomi global.
Pengamat ekonomi menjelaskan bahwa pelemahan mata uang domestik memang memiliki dua sisi berbeda bagi perekonomian. Di satu sisi, biaya impor bahan baku dan barang luar negeri menjadi lebih mahal, namun di sisi lain sektor ekspor berpotensi memperoleh keuntungan karena nilai pendapatan dari pasar luar negeri meningkat saat dikonversi ke rupiah. Karena itu, pemerintah melihat momentum ini sebagai peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar internasional, terutama untuk produk yang memiliki bahan baku lokal dan tidak terlalu bergantung pada impor.
Kementerian Perdagangan menilai UMKM Indonesia memiliki potensi besar bersaing di pasar global, terutama di sektor makanan olahan, kerajinan, fesyen, furnitur, hingga produk kreatif berbasis budaya lokal. Pengamat perdagangan internasional menyebut perkembangan platform digital dan perdagangan daring lintas negara membuat akses pasar global kini lebih terbuka bagi pelaku usaha kecil. Namun agar mampu bertahan di pasar internasional, UMKM tetap harus memperhatikan standar kualitas produk, sertifikasi, kapasitas produksi, dan kemampuan membangun merek yang kuat di mata konsumen global.
Di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi mata uang, penguatan ekspor UMKM juga dipandang penting untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pengamat kebijakan publik menjelaskan bahwa sektor UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan ekspor dari sektor UMKM dinilai tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi dan perputaran ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Dorongan pemerintah agar UMKM meningkatkan ekspor di tengah pelemahan rupiah kini menjadi bagian dari strategi menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berubah. Banyak pihak berharap pelaku usaha lokal mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat internasional. Di tengah persaingan perdagangan global yang semakin ketat, penguatan kualitas produk, inovasi, dan kemampuan ekspor UMKM dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional ke depan.





